5 Bahan Ini Dapat Menggantikan Nasi

Orang Indonesia memang seringkali merasakan kurang jika belum melahap nasi. Walau sebenarnya, konsumsi nasi sering dihubungkan dengan beberapa dampak beresiko.


Menurut Prof.Dr.Ir. Ali Khomsan, MS sebagai Guru besar di bagian Gizi Warga serta Sumberdaya Keluarga IPB, nasi dapat tingkatkan gula darah.

"Pasien sakit gula semestinya kurangi nasi terhitung bubur, tetapi lebih disarankan konsumsi umbi-umbian," katanya waktu dihubungi kumparan
Nasi putih kekurangan banyak mineral dan vitamin penting. Mereka sangat cepat dipecah jadi gula, imbasnya kita jadi gampang lapar. Tidak bingung, mengonsumsi nasi putih benar-benar erat hubungannya dengan menambahkan berat tubuh.
Sebetulnya ada banyak pilihan alternatif nasi putih yang lebih sehat serta kaya nutrisi. Berikut lima salah satunya:

1. Quinoa
uinoa diketahui jadi pilihan alternatif nasi untuk diet sehat. Dia bebas gluten serta kaya protein, zat besi, serat, serta asam amino.
Adalah protein komplet, quinoa memiliki kandungan sembilan asam amino mendasar. Ini kukuhkan quinoa jadi sumber protein yang benar-benar kaya, khususnya untuk vegetarian.

2. Beras merah
Walau saling beras, beras merah punyai nutrisi yang tambah lebih sehat. Nasi merah memiliki kandungan serat yang menolong pencernaan yang efisien. Beras merah disangka dapat kurangi efek diabetes type 2.

3. Gandum
Walau memasaknya lebih lama dibanding nasi putih, gandum adalah alternatif beras yang lebih sehat.
Tidak hanya dapat turunkan kandungan cholesterol pada tubuh, gandum kaya selenium, mineral yang jarang-jarang diketemukan pada makanan lain. Oh ya, gandum memiliki kandungan mangan, fosfor serta tembaga.

4. Buckwheat
Buckwheat adalah bahan penting dalam pengerjaan soba. Tidak hanya bebas gluten, mengonsumsi soba dengan teratur tingkatkan kesehatan jantung serta kurangi kandungan gula darah.
Makanan ini kaya serat serta diketahui untuk melawan kanker. Soba memiliki kandungan kalori tambah lebih rendah dibanding nasi, serta efisien untuk turunkan berat tubuh.

5. Ubi jalar
Berdasar data USDA Research Service, sebuah ubi jalar (200 gr) memiliki kandungan 180 kalori, 41,4 gr karbohidrat, sampai 0,3 gr lemak.
Diluar itu, menurut satu riset yang diterbitkan pada 2010, ubi jalar memiliki kandungan dua type serat; yakni serat larut serta serat tidak larut. Serat larut sendiri berperan melunakkan feses, sedang serat tidak larut berperan dalam menyerap air.
Ubi jalar memiliki kandungan anti-oksidan yang menolong perkembangan bakteri sehat di usus; seperti Bifidobacterium serta Lactobacillus.

Subscribe to receive free email updates: